Riau – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi 67 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau berdasarkan pembaruan data hingga Rabu (3/6/2026) pukul 23.00 WIB. Jumlah tersebut meningkat signifikan dan tersebar di delapan kabupaten dan kota.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy S, mengatakan Riau menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi kedua di Pulau Sumatera setelah Aceh yang mencatatkan 66 titik panas.
“Di Provinsi Riau, hotspot mengalami peningkatan signifikan menjadi 67 titik yang tersebar di delapan kabupaten dan kota,” kata Putri.
BMKG mencatat Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak yakni 30 titik. Disusul Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 24 titik.
Selain itu, titik panas juga terpantau di Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 6 titik, Indragiri Hulu 2 titik, Kuantan Singingi 2 titik, Pelalawan 1 titik, Siak 1 titik, serta Kota Dumai 1 titik.
Secara keseluruhan, BMKG mendeteksi 207 titik panas di Pulau Sumatera. Selain Riau dan Aceh, hotspot juga terpantau di Sumatera Selatan 27 titik, Sumatera Utara 16 titik, Lampung 12 titik, Sumatera Barat 11 titik, Bengkulu 4 titik, Bangka Belitung 3 titik, dan Jambi 1 titik.
Meningkatnya jumlah titik panas tersebut menjadi peringatan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. BMKG mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang memiliki konsentrasi hotspot tinggi seperti Bengkalis dan Rokan Hilir.
Sementara itu, cuaca di sebagian besar wilayah Riau pada Kamis (4/6/2026) diprakirakan didominasi kondisi udara kabur hingga berawan. Hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah pada sore hingga dini hari.




















