Kampar, Lintasmata.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Diskusi Mahasiswa Riau (Fordismari) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Kampar, Bangkinang, Rabu (28/1/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan terhadap penunjukan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar.
Aksi demonstrasi dipimpin Koordinator Lapangan Fordismari, Rahmat Hidayat. Dalam orasinya, Rahmat menyampaikan sikap tegas mahasiswa yang menolak Ardi Mardiansyah menjabat sebagai Pj Sekda Kampar.
Menurut Rahmat, penolakan tersebut dilandasi dugaan lemahnya integritas pejabat yang bersangkutan. Ia menyinggung adanya persoalan tunda bayar dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah, serta menilai pola komunikasi Pj Sekda Kampar dinilai kurang terbuka dan tidak berjalan optimal.
“Kami menolak penunjukan Ardi Mardiansyah sebagai Pj Sekda Kampar karena diduga tidak memiliki integritas. Selain itu, komunikasi dengan OPD dan publik dinilai tidak transparan,” tegas Rahmat dalam orasinya.
Ia menambahkan bahwa sikap penolakan tersebut murni disampaikan atas dasar kepentingan publik dan tidak dilatarbelakangi unsur pribadi.
“Saya tidak mengenal beliau secara pribadi, begitu juga sebaliknya. Saya mengetahui beliau sebagai Pj Sekda hanya dari spanduk yang terpasang di OPD,” ujarnya.
Fordismari juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kampar yang telah mengambil langkah mengganti Sekda sebelumnya. Namun demikian, mahasiswa menilai sosok pengganti seharusnya memiliki rekam jejak yang bersih serta tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Pergantian jabatan harus diisi oleh figur yang berintegritas dan bebas dari stigma negatif,” katanya.
Dalam tuntutannya, Fordismari secara tegas meminta Ardi Mardiansyah untuk mengundurkan diri dari jabatan Pj Sekda Kampar. Mereka juga mengancam akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan tersebut tidak mendapat respons dari pemerintah daerah.
“Jika aspirasi ini diabaikan, kami akan turun kembali dengan massa yang lebih banyak,” ucap Rahmat.
Aksi unjuk rasa tersebut diterima oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar, Muhammad. Ia menyampaikan bahwa seluruh aspirasi mahasiswa akan disampaikan kepada pimpinan daerah.
Menurut Muhammad, pengisian jabatan Sekda dilakukan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku, serta tidak boleh terjadi kekosongan jabatan strategis dalam pemerintahan.
“Saat ini Sekda definitif memang belum ditetapkan karena masih dalam proses seleksi. Untuk itu, ditunjuk pelaksana tugas agar roda pemerintahan tetap berjalan,” jelasnya.
Menanggapi persoalan komunikasi, Muhammad menyatakan bahwa koordinasi antara pejabatnya dan organisasi perangkat daerah sejauh ini tetap berjalan dengan baik.
“Koordinasi dengan pimpinan dan OPD tetap berjalan normal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar terbuka dalam menerima kritik dan aspirasi dari mahasiswa maupun masyarakat.
“Kami siap menampung dan menyampaikan aspirasi adik-adik kepada pimpinan,” katanya.
Muhammad turut menjelaskan bahwa pada saat aksi berlangsung, Bupati Kampar sedang mengikuti kegiatan nasional bersama Presiden yang dihadiri seluruh kepala daerah. Sementara Wakil Bupati Kampar dan Pj Sekda sedang melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan secara maraton.






















