Pekanbaru, Lintasmata.com – Seekor ular sanca sepanjang tiga meter membuat geger pegawai di Gedung Dittahti Mapolda Riau, Rabu (6/5/2026). Ular tersebut diketahui bersembunyi di sela dinding lantai dua gedung tahanan hingga akhirnya dievakuasi Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru.
Kemunculan ular pertama kali diketahui pegawai yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi. Pegawai melihat bagian tubuh ular muncul dari celah dinding bangunan dan langsung melaporkannya karena khawatir membahayakan.
Petugas Damkar Pekanbaru kemudian menerima laporan dan langsung mengerahkan Tim Rescue ke Mapolda Riau. Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengecekan untuk memastikan posisi ular sebelum proses evakuasi dilakukan.
“Tim Rescue langsung melakukan kroscek untuk memastikan posisi ular,” ujar anggota Rescue Damkar Pekanbaru, Dio Permana, Jumat (8/5/2026).
Menurut Dio, ular berada di sela-sela dinding lantai dua gedung Dittahti. Posisi ular yang cukup sempit membuat petugas harus berhati-hati saat melakukan evakuasi agar hewan tersebut tidak lepas ataupun menyerang.
“Untuk posisi ular berada di sela-sela dinding lantai dua,” katanya.
Dua personel Rescue kemudian melakukan penangkapan menggunakan tongkat penjepit khusus. Petugas perlahan menarik tubuh ular keluar dari celah dinding sambil memastikan situasi tetap aman.
Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan. Pasalnya, ukuran ular yang mencapai tiga meter membuat gerak hewan melata itu cukup agresif saat hendak diamankan. Namun berkat pengalaman petugas, ular akhirnya berhasil dikuasai tanpa kendala.
Tak butuh waktu lama, ular sanca tersebut berhasil dievakuasi dari lokasi persembunyian. Setelah ditangkap, ular langsung dimasukkan ke dalam karung khusus untuk kemudian dibawa menggunakan mobil rescue.
Selanjutnya, ular dibawa ke kandang transit milik Damkar Pekanbaru guna menghindari kemungkinan kembali masuk ke kawasan permukiman maupun gedung perkantoran.
Kemunculan ular di kawasan gedung pemerintahan bukan kali pertama terjadi di Pekanbaru. Kondisi saluran air, semak hingga area lembap diduga menjadi salah satu faktor ular masuk ke lingkungan bangunan. Petugas pun mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan hewan liar berbahaya agar penanganan dapat dilakukan dengan aman.



















