KAMPAR

Eva Yuliana Serap Aspirasi Warga Koto Perambahan, Infrastruktur dan Kesejahteraan Jadi Sorotan

×

Eva Yuliana Serap Aspirasi Warga Koto Perambahan, Infrastruktur dan Kesejahteraan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Riau Komisi III, Hj. Eva Yuliana, menyerap aspirasi masyarakat saat kegiatan reses di Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, Minggu (8/2/2026).

Kampar, Lintasmata.com – Anggota DPRD Riau Komisi III, Hj. Eva Yuliana, memanfaatkan kegiatan reses di Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, Minggu (8/2/2026) untuk menyerap aspirasi warga terkait kebutuhan infrastruktur dasar dan layanan kesehatan masyarakat, khususnya Posyandu.

Kegiatan reses yang dihadiri perangkat desa serta ketua RT dan RW se-Desa Koto Perambahan itu menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Sejumlah persoalan mendesak disampaikan warga, mulai dari kerusakan infrastruktur air hingga keterbatasan sarana pendukung Posyandu.

Salah satu aspirasi datang dari Kepala Dusun Kampung Panjang yang menyampaikan kondisi tangki air desa yang sudah tidak berfungsi. Infrastruktur tersebut dinilai sangat vital bagi kebutuhan sehari-hari warga, namun membutuhkan biaya besar untuk perbaikan.

BACA JUGA  Operasi Pasar Murah di Kampar Diserbu Warga Jelang Idul Fitri

Selain infrastruktur air, perhatian juga diarahkan pada layanan Posyandu. Kader Desa Koto Perambahan, Elvida, mengungkapkan keterbatasan perlengkapan mobiler dan alat pendukung Posyandu, sementara jumlah balita di desa tersebut terus bertambah.

Menanggapi hal itu, Eva Yuliana menegaskan komitmennya untuk mendorong pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat meski kondisi keuangan daerah tengah terbatas.

“Walaupun anggaran saat ini terbatas, pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan,” ujar Eva.

Politisi Fraksi Demokrat itu menyampaikan akan menindaklanjuti usulan perbaikan tangki air dengan berkoordinasi bersama pihak terkait. Ia juga memastikan adanya bantuan alat peraga dan mainan edukatif untuk mendukung kegiatan Posyandu di Desa Koto Perambahan.

BACA JUGA  Warga Sungai Jalau Protes Aktivitas Galian C PT KKU, Soroti Minimnya Respons Aparat Desa

Di sisi kesejahteraan, Eva turut menyoroti kondisi guru PKBM yang selama ini hanya menerima honor Rp50 ribu per bulan. Menurutnya, diperlukan terobosan agar kesejahteraan guru sukarela tersebut bisa ditingkatkan.

“Kita akan dorong agar desa dapat mencari solusi, termasuk memanfaatkan dana CSR perusahaan yang berada di sekitar wilayah desa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Koto Perambahan, Sahrul, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan konsistensi Eva Yuliana terhadap kebutuhan masyarakat desanya.

“Kehadiran Ibu Eva sangat berarti bagi kami. Ini sudah ketiga kalinya beliau datang dan mendengar langsung aspirasi warga,” kata Sahrul.