Pekanbaru, Lintasmata.com – Kawanan 11 ekor gajah liar merusak kebun semangka milik warga di Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (30/5/2026).
Setelah menerima laporan warga, petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung turun ke lokasi untuk memantau pergerakan satwa dan mencegah konflik susulan.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan pihaknya telah melakukan verifikasi di lokasi dan menemukan kebun semangka seluas sekitar 1,5 hektare mengalami kerusakan akibat aktivitas kawanan gajah liar.
“Beberapa hari yang lalu kami mengecek, dan memang betul adanya kebun semangka seluas sekitar 1,5 hektare yang dirusak gajah liar,” kata Supartono, Minggu (31/5/2026).
Hasil pemantauan menunjukkan 11 ekor gajah liar masih berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Kawanan tersebut diketahui merupakan bagian dari Kelompok Petapahan yang selama ini memiliki wilayah jelajah di kawasan tersebut.
“Kelompok Petapahan memang berada di wilayah jelajahnya. Saat ini posisi gajah berada di Tahura Sutan Syarif Kasim,” ujarnya.
Menurut Supartono, kebun yang dirusak berada di luar kawasan hutan. Namun lokasi itu masih termasuk homerange atau wilayah jelajah alami gajah sehingga potensi perjumpaan dengan manusia masih cukup tinggi.
“Lokasi itu memang berada di luar kawasan hutan, tetapi masih termasuk homerange atau wilayah jelajah gajah. Itu memang jalur pergerakannya,” jelasnya.
BBKSDA Riau terus melakukan langkah mitigasi dengan memantau pergerakan kawanan gajah dan berkoordinasi dengan masyarakat setempat guna mengantisipasi satwa tersebut kembali memasuki area perkebunan maupun permukiman warga.




















