Lintasmata.Com — Demam atau badan panas pada anak merupakan kondisi yang sering terjadi dan umumnya menjadi tanda tubuh sedang melawan infeksi. Meski kerap membuat orang tua khawatir, demam pada anak dapat ditangani dengan langkah sederhana dan aman di rumah, selama tidak disertai gejala berbahaya.
Tenaga kesehatan menyarankan orang tua untuk terlebih dahulu mengukur suhu tubuh anak menggunakan termometer. Anak dikatakan demam apabila suhu tubuh mencapai 38 derajat Celsius atau lebih. Pengukuran dapat dilakukan melalui ketiak, mulut, atau telinga sesuai usia anak.
Untuk menurunkan suhu tubuh, orang tua dianjurkan melakukan kompres menggunakan air hangat suam-suam kuku. Kompres dapat diletakkan pada bagian ketiak, lipatan paha, atau dahi. Penggunaan air dingin atau alkohol tidak dianjurkan karena dapat memicu tubuh menggigil dan justru meningkatkan suhu badan.
Selain itu, anak perlu diberikan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Pada bayi, pemberian ASI disarankan lebih sering, sedangkan anak usia di atas satu tahun dapat diberikan air putih, susu, atau oralit. Anak juga sebaiknya mengenakan pakaian tipis dan nyaman serta tidak dibedong terlalu tebal agar panas tubuh dapat keluar dengan baik.
Apabila demam tidak kunjung turun atau anak terlihat tidak nyaman, obat penurun panas seperti paracetamol dapat diberikan sesuai dosis berat badan dan usia anak. Orang tua diminta tidak memberikan aspirin kepada anak karena berisiko menimbulkan efek samping serius.
Tenaga medis mengingatkan agar orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila demam berlangsung lebih dari tiga hari, disertai kejang, muntah berulang, sesak napas, lemas, atau anak sulit dibangunkan. Bayi usia di bawah tiga bulan yang mengalami demam juga harus segera mendapatkan pemeriksaan dokter.
Dengan penanganan yang tepat dan pemantauan yang baik, demam pada anak umumnya dapat diatasi tanpa komplikasi serius. Orang tua diimbau tetap tenang dan tidak melakukan penanganan yang berlebihan.

