Pekanbaru, Lintasmata.com – Angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 di Provinsi Riau turun hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi indikator utama keberhasilan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Data Direktorat Lalu Lintas Polda Riau mencatat jumlah kecelakaan menurun dari enam kasus pada 2025 menjadi tiga kasus pada 2026. Dampak fatalitas juga ikut menurun, mulai dari korban meninggal dunia, luka berat hingga luka ringan.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari kesiapan personel serta strategi pengamanan yang dilakukan sejak sebelum arus mudik dimulai.
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras personel di lapangan serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” ujar Jeki, Rabu (1/4/2026).
Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 digelar selama 14 hari dengan fokus pengamanan arus mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri. Selama pelaksanaan operasi, situasi lalu lintas di wilayah Riau terpantau aman, lancar, dan terkendali.
Untuk memastikan keselamatan pemudik, Ditlantas Polda Riau melakukan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya melalui pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap angkutan umum, khususnya bus, serta pemeriksaan kesehatan pengemudi.
Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan jalur utama, termasuk jalan arteri dan ruas tol strategis seperti Tol Pekanbaru–Dumai dan Tol Pekanbaru–Bangkinang, guna memastikan kondisi jalan layak dilalui masyarakat.
Dalam pengamanan di lapangan, polisi menempatkan sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan), dan Pos Terpadu di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Patroli rutin juga ditingkatkan, termasuk pembentukan Tim Pengurai Macet Reaksi Cepat.
Koordinasi lintas instansi juga diperkuat dengan melibatkan TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama masa mudik.
Pemantauan arus lalu lintas dilakukan secara real time melalui pusat kendali lalu lintas atau RTMC dengan dukungan kamera CCTV di sejumlah titik strategis.
Usai berakhirnya Operasi Ketupat, Polda Riau melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) selama tiga hari untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif setelah arus balik Lebaran.
Dirlantas Polda Riau juga mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah mematuhi aturan lalu lintas selama masa mudik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah tertib berlalu lintas sehingga arus mudik dan balik tahun ini berjalan aman dan lancar,” tutupnya.



















