Pekanbaru, Lintasmata.com – Kasus dugaan pengeroyokan dan perundungan yang terjadi di lingkungan asrama SMK Pertanian Riau terus bergulir. Dua korban berinisial H dan D memenuhi panggilan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, Selasa (26/5/2026).
Kuasa hukum korban, Syahrul SH, mengatakan pihaknya datang untuk meminta kepastian hukum atas laporan dugaan bullying dan kekerasan yang telah dilayangkan sejak 2 Maret 2026 lalu.
“Laporan kami terkait dugaan kekerasan yang dilakukan sejumlah senior asrama di SMK Pertanian Pekanbaru. Hari ini kami memenuhi panggilan penyidik sekaligus meminta perkara ini segera dituntaskan,” kata Syahrul.
Menurutnya, kedua korban tidak hanya mengalami pengeroyokan, tetapi juga masih menerima intimidasi setelah kasus itu dilaporkan ke polisi. Bahkan, para terduga pelaku disebut kerap meminta uang kepada korban.
“Kami berharap Kapolres, Kasat Reskrim hingga Unit PPA memberi perhatian serius terhadap kasus ini. Jangan sampai klien kami tidak mendapatkan keadilan. Anak-anak ini sekolah untuk belajar, bukan untuk diintimidasi dan dikeroyok,” tegasnya.
Peristiwa dugaan pengeroyokan itu disebut terjadi pada malam hari di asrama sekolah. Korban diduga dikeroyok belasan kakak kelas tanpa alasan jelas. Akibat kejadian tersebut, kondisi psikis korban terganggu hingga merasa ketakutan dan ingin keluar dari sekolah.
Syahrul juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Riau turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut agar kasus serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.
“Jangan sampai fasilitas pendidikan yang seharusnya menjadi tempat anak menuntut ilmu malah menjadi ruang intimidasi,” ujarnya.
Sementara itu, pengacara keluarga korban lainnya, Saurman Sitanggang SH, menegaskan pihak sekolah harus bertanggung jawab terhadap keselamatan peserta didik di lingkungan sekolah maupun asrama.
“Anak kami masih kelas dua SMK dan akan menjalani PKL, tapi proses sekolahnya terganggu. Kami minta sekolah tidak mempersulit korban dan menjamin keamanan serta kenyamanan mereka,” katanya.
Terpisah, Kanit PPA Polresta Pekanbaru, Iptu Riska, membenarkan pemeriksaan terhadap kedua korban masih berlangsung.
“Masih tahap pemeriksaan,” singkatnya.



















