Pekanbaru, Lintasmata.com – Rekan kuliah korban mengungkap latar belakang dugaan pemicu pembacokan mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Kamis (26/2/2026). Teman korban, Ikhsan, menyebut korban berinisial F dan tersangka berinisial R tidak pernah menjalin hubungan khusus.
Menurut Ikhsan, keduanya pertama kali saling mengenal saat kegiatan KKN dan berinteraksi sebatas teman. “Korban sudah menegaskan hanya ingin berteman. Tersangka memang menaruh perasaan sejak KKN,” kata Ikhsan.
Ia menjelaskan, selama di lokasi KKN korban kerap berinteraksi wajar, termasuk mengajak makan karena tersangka dikenal tertutup. Namun, perasaan tersangka diduga berkembang menjadi berlebihan. Korban yang diketahui telah memiliki pasangan kemudian memilih menjaga jarak karena merasa terganggu.
“Setelah korban menjauh, tersangka diduga marah. Itu yang disebut-sebut menjadi pemicu,” ujar Ikhsan.
Peristiwa pembacokan terjadi di ruang munaqasyah Fakultas Hukum saat korban menunggu ujian. Korban mengalami luka berat pada kepala dan tangan dan langsung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
Polisi memastikan tersangka telah diamankan di Polsek Bina Widya. Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian, membenarkan penangkapan tersebut dan menyatakan pemeriksaan masih berlangsung untuk mendalami motif dan kronologi lengkap. Polisi juga menyita barang bukti berupa kapak dan parang dari lokasi kejadian.




















