Pekanbaru – Empat orang yang diduga terlibat dalam sindikat prostitusi online melalui aplikasi MiChat diamankan warga dan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Pekanbaru, Riau, Senin (27/7/2026). Keempatnya nyaris menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya diamankan petugas kepolisian dan dibawa ke Mapolresta Pekanbaru.
Peristiwa itu bermula ketika seorang perempuan berusia 16 tahun diduga menjadi korban praktik prostitusi online. Dugaan tersebut memicu perhatian warga di sekitar lokasi hingga akhirnya sejumlah pengemudi ojol membantu mengejar kendaraan yang diduga digunakan para terduga pelaku.
Salah seorang pengemudi ojol, Ade Permana, mengaku awalnya hanya diminta mengantar seseorang untuk mengejar sebuah mobil yang diduga membawa para pelaku.
“Saya diminta mengantar untuk mengejar mobil itu. Saya tidak tahu siapa yang ada di dalam mobil. Setelah sampai, baru diketahui ada beberapa orang di dalamnya. Saya hanya diminta membantu mengejar karena takut juga kalau saya ikut terlibat,” ujar Ade.
Ia mengatakan saat itu seorang perempuan terlihat menangis di sekitar lokasi dan diduga menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Mobil yang diduga membawa para pelaku kemudian berhasil dihentikan oleh warga dan pengemudi ojol.
Situasi sempat memanas ketika warga berdatangan ke lokasi. Keempat terduga pelaku nyaris menjadi sasaran amuk massa sebelum anggota kepolisian yang berada di sekitar lokasi segera mengamankan mereka.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak (Germas PPA) Riau, Rika Parlina, mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut saat berada di sekitar lokasi.
“Korban yang kami dampingi masih berusia 16 tahun. Dugaan sementara, korban direkrut melalui aplikasi MiChat. Dari sejumlah kasus yang pernah kami temui, modus seperti ini sering berujung pada dugaan pemerasan terhadap korban maupun pelanggan,” kata Rika.
Menurut Rika, pihaknya masih berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendalami peran masing-masing pihak yang diamankan serta menelusuri kemungkinan adanya korban lain.
“Dari pemeriksaan awal terhadap telepon seluler para terduga pelaku, kami menduga masih ada korban lainnya. Namun seluruhnya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” ujarnya.
Saat ini, keempat terduga pelaku telah diamankan di Mapolresta Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara korban mendapat pendampingan dari Germas PPA untuk dimintai keterangan di Polresta Pekanbaru.
Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan peran masing-masing pihak serta mengungkap dugaan jaringan yang terlibat dalam kasus tersebut. Seluruh pihak yang diamankan masih berstatus terduga dan proses hukum masih berlangsung.




















