Bengkalis – Tim gabungan masih berjibaku melakukan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Memasuki hari ketujuh penanganan, Senin (8/6/2026), petugas terus memastikan tidak ada bara api yang tersisa di lahan gambut yang terbakar.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan area yang terdampak karhutla berada di koridor hutan akasia liar yang berbatasan dengan areal PT SRL dan PT Priatama di Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 8 hektare.
Menurut Fahrian, meski api utama telah berhasil dipadamkan, proses pendinginan tetap dilakukan karena karakteristik tanah gambut yang masih berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.
“Tim gabungan saat ini masih melaksanakan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang dapat memicu kebakaran kembali,” kata Fahrian, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan kondisi di lapangan cukup menantang. Selain cuaca panas, petugas juga harus menghadapi hembusan angin kencang yang berubah arah sewaktu-waktu sehingga berpotensi memunculkan titik asap baru.
Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar, pohon akasia, dan tanaman karet yang tumbuh di atas lahan gambut.
Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan polisi. Begitu juga dengan status kepemilikan lahan yang terbakar masih didalami oleh penyidik.
“Penyebab munculnya titik api masih dalam proses penyelidikan. Begitu juga status lahan yang terbakar masih dalam lidik,” ujarnya.
Dalam operasi ini, tim gabungan mengerahkan ratusan personel yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga setempat.
Penanganan karhutla juga mendapat dukungan langsung dari Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto.
Untuk mempercepat proses pendinginan, petugas mengoperasikan sejumlah peralatan pemadaman, mulai dari mesin pompa air, puluhan gulung selang, hingga alat berat excavator yang digunakan membuat sekat api, embung, dan memperlebar kanal.
Sebelumnya, lokasi kebakaran juga mendapat bantuan pemadaman udara melalui operasi water bombing yang difasilitasi BNPB Provinsi Riau.
Berdasarkan pemantauan terbaru melalui Dasbor Lancang Kuning (DLK), saat ini tidak terdeteksi lagi hotspot atau titik panas di kawasan tersebut.
Meski demikian, tim gabungan tetap bertahan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya asap dari bawah permukaan tanah gambut yang masih menyimpan panas.
“Alhamdulillah hotspot sudah nihil. Namun pendinginan tetap dilakukan karena masih ditemukan asap tipis di beberapa titik akibat karakteristik lahan gambut,” jelas Fahrian.
Polres Bengkalis memastikan proses pendinginan akan terus dilaksanakan hingga seluruh area dinyatakan benar-benar aman dan bebas dari potensi kebakaran ulang.




















