Riau – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma di Provinsi Riau kembali mengalami kenaikan untuk periode 1–7 Juli 2026. Berdasarkan hasil penetapan Tim Penetapan Harga Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga TBS untuk tanaman umur sembilan tahun naik menjadi Rp3.831,76 per kilogram.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, mengatakan kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok umur sembilan tahun, yakni sebesar Rp55,60 per kilogram atau naik 1,47 persen dibandingkan periode sebelumnya.
“Penetapan harga kelapa sawit periode 1–7 Juli 2026 telah menggunakan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024. Harga pembelian TBS petani untuk kelompok umur sembilan tahun naik menjadi Rp3.831,76 per kilogram dan berlaku selama satu minggu ke depan,” kata Supriadi, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga TBS dipengaruhi oleh meningkatnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel). Pada periode ini, harga CPO naik sebesar Rp167,21 per kilogram, sedangkan harga kernel meningkat Rp444,40 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya.
Menurut Supriadi, harga cangkang ditetapkan sebesar Rp19,77 per kilogram dengan indeks K sebesar 92,87 persen.
Dalam proses penetapan harga, terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan penjualan. Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16, harga CPO dan kernel yang digunakan mengacu pada harga rata-rata tim atau harga rata-rata KPBN apabila memenuhi ketentuan validasi.
Pada periode ini, harga rata-rata CPO KPBN tercatat sebesar Rp15.525 per kilogram, sedangkan harga kernel KPBN mencapai Rp12.795 per kilogram.
Supriadi menegaskan, Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga TBS terus melakukan pembenahan tata kelola penetapan harga agar berlangsung transparan, sesuai regulasi, dan memberikan keadilan bagi perusahaan maupun petani mitra plasma.
“Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya serius seluruh pemangku kepentingan yang didukung Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.




















