PEKANBARU

Polda Riau Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Gratis dan Transparan

×

Polda Riau Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Gratis dan Transparan

Sebarkan artikel ini
Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi memimpin rapat pengarahan terkait rekrutmen Akpol 2026 di ruang rapat Biro SDM Polda Riau.

Pekanbaru, Lintasmata.com – Polda Riau menegaskan seluruh proses rekrutmen Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 berjalan bersih, transparan, dan bebas pungutan liar. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak praktik percaloan yang menjanjikan kelulusan.

Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, memimpin langsung rapat pengarahan terkait pelaksanaan seleksi Akpol 2026 yang digelar secara virtual bersama As SDM Kapolri Irjen Pol Anwar. Kegiatan itu berlangsung di ruang rapat Biro SDM Polda Riau dan diikuti jajaran pejabat terkait.

Dalam arahannya, Hengki menegaskan panitia wajib menjalankan seluruh tahapan seleksi dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Ia memastikan tidak ada biaya apapun dalam proses penerimaan.

BACA JUGA  Mahasiswi UIN Suska Dibacok, Polisi Ungkap Pelaku Sudah Merencanakan Sejak November 2025

Ia juga menekankan bahwa kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan masing-masing, bukan karena bantuan pihak tertentu.

Polda Riau membuka seleksi Akpol 2026 hanya melalui jalur reguler. Karena itu, masyarakat diminta tidak percaya kepada oknum yang mengaku bisa meloloskan peserta dengan imbalan uang.

Sementara itu, As SDM Kapolri Irjen Pol Anwar meminta seluruh panitia seleksi konsisten menjaga integritas. Ia menegaskan rekrutmen Akpol menjadi pintu awal membentuk perwira Polri yang profesional dan dipercaya publik.

Rangkaian seleksi Akpol 2026 sudah dimulai sejak Maret dengan tahapan pendaftaran dan verifikasi. Proses berlanjut ke pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, hingga sidang akhir di tingkat daerah dan pusat.

BACA JUGA  Darurat Sampah Pekanbaru, Polda Riau Ingatkan Ancaman Bencana Ekologis

Polda Riau juga membuka ruang pengawasan publik. Masyarakat dan peserta diminta aktif melaporkan jika menemukan pelanggaran selama proses seleksi berlangsung. Laporan dapat disampaikan melalui layanan pengaduan Propam Polri yang tersedia di lokasi seleksi maupun media resmi.

Polisi berharap seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai aturan dan mampu melahirkan calon perwira yang berintegritas serta berkualitas.