Kampar – Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI menggandeng kalangan perguruan tinggi untuk memperluas edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kampar, Riau.
Langkah itu dilakukan melalui audiensi dan penyuluhan di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Bangkinang, Selasa (15/9/2026). Kegiatan melibatkan pimpinan kampus, dosen, mahasiswa hingga aparat kewilayahan.
Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Wilayah Kabupaten Kampar Brigjen TNI Sudarma Setiawan memimpin langsung kegiatan tersebut bersama tujuh personel Mabes TNI.
Pertemuan diawali dengan audiensi bersama pimpinan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Rektor, para dekan dan jajaran dosen berdiskusi mengenai peran perguruan tinggi dalam mendukung upaya pencegahan dan mitigasi bencana, khususnya karhutla.
Setelah audiensi, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan yang diikuti 110 peserta. Mereka terdiri dari 100 mahasiswa, enam dosen atau tenaga pengajar dan empat personel Babinsa Koramil 01/Bangkinang.
Materi penyuluhan tidak hanya membahas penanganan kebakaran, tetapi juga menekankan pentingnya pencegahan sejak dini. Peserta diberikan pemahaman mengenai tiga tahapan penanganan karhutla, yakni pencegahan, penanggulangan dan pemulihan.
Tim Mabes TNI juga mendorong mahasiswa untuk mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat. Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis untuk menyebarkan edukasi mengenai bahaya karhutla dan membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Brigjen TNI Sudarma Setiawan menekankan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Perguruan tinggi, kata dia, dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun kesadaran masyarakat melalui pendidikan dan kegiatan pengabdian.
“Mahasiswa merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla. Mereka dapat menjadi agen perubahan yang ikut menyampaikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran sejak dini,” ujar Sudarma.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama untuk memperkuat budaya sadar bencana di masyarakat.
Kegiatan penyuluhan di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai berlangsung hingga pukul 15.00 WIB dalam kondisi aman dan tertib.




















