Kampar – Sebanyak 1.100 santri dan tenaga pendidik Pondok Pesantren Daarun Nahdhoh Thawalib, Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, mendapat edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Edukasi tersebut diberikan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI di lingkungan pondok pesantren, Rabu (9/9/2026). Kegiatan dipimpin Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Wilayah Kabupaten Kampar, Brigjen TNI Sudarma Setiawan, S.I.P., M.H., bersama tujuh personel.
Materi yang diberikan mencakup tiga fase utama penanganan Karhutla, yakni pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan. Peserta juga dikenalkan dengan pemanfaatan aplikasi digital untuk memantau potensi Karhutla.
Tim Mabes TNI menyasar pimpinan pesantren, ustaz dan ustazah, serta santriwan dan santriwati. Kegiatan turut didampingi Danramil dan Babinsa Koramil 01/Bangkinang.
Brigjen TNI Sudarma Setiawan mengatakan generasi muda, termasuk santri, memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap ancaman Karhutla.
“Santri dan tenaga pendidik memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Kami berharap pengetahuan tentang pencegahan, penanggulangan hingga pemulihan Karhutla dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat,” ujar Sudarma.
Menurutnya, edukasi sejak dini diperlukan agar upaya pencegahan kebakaran tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi dimulai dari peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat.
Kegiatan penyuluhan Mabes TNI di Kampar akan dilanjutkan Kamis (10/9/2026). Tim 1 dijadwalkan memberikan sosialisasi di Kantor Camat Kampar Utara, sedangkan Tim 2 bergerak ke Kantor Camat Kampar Kiri Hilir.




















