Kampar – Sebanyak 110 orang dari unsur pemerintah, aparat, masyarakat, dan perusahaan mendapat edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari Tim Penyuluh Mabes TNI di Kabupaten Kampar, Riau.
Sosialisasi digelar serentak di dua kecamatan, yakni Kampar Kiri Hilir dan Kampar Utara, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini menyasar langsung unsur yang berada di tingkat tapak atau wilayah yang berhadapan dengan potensi Karhutla.
Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Wilayah Kabupaten Kampar, Brigjen TNI Sudarma Setiawan, memimpin kegiatan bersama delapan personel. Tim dibagi menjadi dua kelompok agar edukasi dapat dilakukan secara bersamaan di kedua wilayah.
Di Kampar Kiri Hilir, sebanyak 52 peserta mengikuti sosialisasi di Aula Kantor Camat. Peserta berasal dari unsur kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, tenaga kesehatan, KUA, perusahaan, BPD, perangkat RT/RW, serta anggota Masyarakat Peduli Api (MPA).
Sementara di Kampar Utara, kegiatan diikuti 58 peserta yang terdiri dari unsur kecamatan, TNI, pemerintah desa, MPA dan tokoh masyarakat.
Materi utama yang diberikan mencakup tiga tahapan penanganan Karhutla, yakni pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan. Tim juga mendorong masyarakat memanfaatkan aplikasi digital untuk memantau potensi kebakaran sejak dini.
Brigjen TNI Sudarma Setiawan mengatakan pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur di lapangan. Pemerintah, aparat, perusahaan dan masyarakat harus memiliki kesiapsiagaan yang sama agar kebakaran dapat dicegah sebelum meluas.
“Pencegahan Karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi kuat dari pemerintah kecamatan, TNI-Polri, perangkat desa, pelaku usaha hingga Masyarakat Peduli Api,” ujar Sudarma.
Dia menilai pemahaman terhadap tiga fase penanganan Karhutla penting bagi masyarakat di tingkat tapak. Dengan begitu, setiap unsur dapat mengetahui langkah yang harus dilakukan mulai dari pencegahan hingga pemulihan setelah terjadi kebakaran.
Program penyuluhan Mabes TNI di Kampar akan kembali dilanjutkan Jumat (11/9/2026). Tim 1 dijadwalkan menyasar Kecamatan Kampar Kiri Hulu, sedangkan Tim 2 bergerak ke Kecamatan Gunung Sahilan.




















