Pelalawan – APP Group melalui PT Arara Abadi dan PT Satria Perkasa Agung (SPA) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis tata kelola air gambut di Kabupaten Pelalawan, Riau.
Langkah tersebut mendapat perhatian langsung dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Jumhur Hidayat yang meninjau sejumlah lokasi pengelolaan gambut pada Kamis (18/6/2026).
Dalam kunjungannya, Jumhur menegaskan lahan gambut memiliki potensi tinggi terbakar apabila tidak terjaga kelembapannya. Karena itu, pengelolaan air melalui pembangunan sekat kanal dan pembasahan lahan menjadi langkah penting untuk menekan risiko kebakaran.
“Kedatangan saya ke sini adalah untuk menunjukkan bahwa gerakan bersama untuk menggenangi air seperti yang kita lakukan di sini adalah bagian dari upaya untuk memitigasi agar bencana kebakaran lahan bisa dikurangi,” kata Jumhur.
Rombongan meninjau sejumlah titik, mulai dari Desa Pangkalan Terap, area kerja PT Arara Abadi Distrik Merawang, Desa Pulau Muda atau Parit Sri Mawar hingga Pulau Mendol. Di lokasi tersebut dipaparkan berbagai upaya pengelolaan air gambut, pembangunan sekat kanal, pemantauan tinggi muka air tanah, hingga dukungan sarana pencegahan karhutla.
Direktur APP Group Suhendra Wiriadinata mengatakan pencegahan karhutla harus dilakukan jauh sebelum munculnya titik api. Menurutnya, penguatan tata kelola air, teknologi pemantauan, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga ekosistem gambut tetap basah.
“Pencegahan karhutla harus dimulai jauh sebelum api muncul. Kami mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat tata kelola air gambut, pembangunan sekat kanal, pembasahan lahan, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Suhendra.
Di Desa Pangkalan Terap, PT Arara Abadi mendukung pembangunan 13 sekat kanal, terdiri dari lima unit atas permintaan KLH/BPLH dan delapan unit yang dibangun perusahaan. Infrastruktur tersebut berfungsi menahan aliran air agar kelembapan gambut tetap terjaga.
Sementara di Desa Pulau Muda, PT Arara Abadi bersama PT SPA mendukung pembangunan enam sekat kanal dan kegiatan cuci parit sepanjang 900 meter. Dukungan mencakup pembiayaan, tenaga teknis, supervisi, dan operasional lapangan.
Di Pulau Mendol, perusahaan juga mendukung pembangunan sekat kanal yang dilengkapi pintu pengatur air untuk membantu menjaga kondisi lahan gambut tetap basah.
Selain pembangunan infrastruktur, APP Group menerapkan sistem pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) di area operasional PT Arara Abadi. Sistem tersebut mencakup pemantauan water level, water table, subsidence, serta Fire Danger Rating System untuk mendukung deteksi dini dan mitigasi risiko karhutla.
Suhendra menambahkan pengelolaan gambut membutuhkan pemantauan berkelanjutan serta keterlibatan masyarakat.
Karena itu, APP Group juga menjalankan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran dan penguatan ekonomi desa.
Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Integrated Fire Management yang mengedepankan pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, dan respons cepat dalam pengendalian karhutla secara berkelanjutan.




















