Pekanbaru, Lintasmata.com – Proses pemberangkatan jemaah calon haji asal Provinsi Riau terus menunjukkan progres positif. Hingga Jumat, 1 Mei 2026, sebanyak 3.096 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui embarkasi Batam.
Jumlah tersebut terdiri dari 3.051 jemaah haji, 14 Petugas Haji Daerah (PHD), 3 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 28 petugas kloter yang mendampingi perjalanan ibadah. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap melalui kloter BTH 3 hingga BTH 9.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, memastikan seluruh proses berjalan lancar. Meski begitu, sejumlah jemaah terpaksa menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan.
“Alhamdulillah, hingga saat ini sebanyak 3.096 jemaah asal Riau sudah diberangkatkan ke Tanah Suci. Memang ada beberapa yang harus menunda keberangkatan karena sakit,” ujar Defizon.
Ia menjelaskan, total terdapat 18 orang yang tertunda. Rinciannya, 7 jemaah masih menjalani perawatan di Batam, 6 orang pendamping turut tertahan, 4 jemaah sakit di daerah asal, serta 1 jemaah meninggal dunia sebelum keberangkatan.
Petugas terus memantau kondisi jemaah yang dirawat. Jika kondisi mereka membaik, pemerintah akan memberangkatkan pada kloter berikutnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap kloter membawa ratusan jemaah dengan dinamika berbeda. Kloter BTH 3 memberangkatkan 443 orang dengan 2 tertunda. Kloter BTH 4 membawa 440 orang dengan 5 tertunda.
Kloter BTH 5 memberangkatkan 438 jemaah, sementara 7 lainnya tertunda. Kloter BTH 6 mengangkut 399 orang dengan penyesuaian mutasi antar kloter.
“Mutasi ini hal yang biasa dalam penyelenggaraan haji, biasanya karena penyesuaian data atau kondisi jemaah,” jelas Defizon.
Kloter BTH 7 menjadi yang terbesar dengan 488 jemaah. Sementara Kloter BTH 8 memberangkatkan 445 orang, dengan 6 tertunda dan 1 jemaah meninggal dunia di daerah.
Adapun Kloter BTH 9 yang diberangkatkan pada 1 Mei 2026 membawa 443 orang, dengan 2 jemaah masih menjalani perawatan di Batam.
Defizon menegaskan pemerintah terus mengutamakan pelayanan terbaik, khususnya dalam memastikan kesiapan kesehatan jemaah sebelum berangkat.
“Kami pastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan maksimal. Kesehatan menjadi prioritas utama agar mereka dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar,” tegasnya.
Ia juga mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci, mengingat perbedaan cuaca dan padatnya rangkaian ibadah yang akan dijalani.



















