HUKRIM

15 Tersangka Pemburu Gajah Tesso Nilo Ditangkap, 3 Masih DPO

×

15 Tersangka Pemburu Gajah Tesso Nilo Ditangkap, 3 Masih DPO

Sebarkan artikel ini
Konferensi pers pengungkapan kasus perburuan gajah di Taman Nasional Tesso Nilo. Polisi menunjukkan barang bukti berupa gading gajah, senjata api, amunisi, dan dokumen transaksi saat rilis di Mapolda Riau, Selasa (3/3/2026).

Pekanbaru, Lintasmata.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau meringkus 15 orang yang diduga terlibat dalam perburuan liar gading gajah di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Peristiwa kematian gajah ini terjadi di areal Konsesi PT RAPP Distrik Ukui Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, akibat ditembak oleh pemburu liar. Peristiwa terjadi pada Senin (2/2/2026) lalu.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Johnny Eddison Isir mengatakan, perlindungan terhadap lingkungan hidup termasuk perlindungan satwa liar dan tumbuhannya yang ada di Indonesia merupakan salah satu wujud dan bukti konkrit dari komitmen Polri.

Saat ditemukan, bangkai gajah berjenis kelamin jantan itu sudah mulai membusuk dengan kondisi kepala putus dan gading hilang. Dahi, mata, belalai dan gading gajah malang ini juga hilang.

“Polda Riau telah mengamankan 15 tersangka dan tiga orang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” ujar Irjen Johnny Isir, di Mapolda Riau, Selasa (3/3/2026).

BACA JUGA  Satres Narkoba Pekanbaru Ringkus Dua Pengedar dan Sita Rp115 Juta

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan kesedihannya karena kematian sejumlah Gajah Sumatera di Pelalawan. Kementerian Kehutanan telah berkoordinasi dengan BKSDA Riau dan Polda Riau untuk menumpas pelaku tindakan perburuan gajah ilegal.

“Gajah Sumatera adalah satwa yang paling disayangi Presiden Prabowo Subianto. Dengan sinergitas yang sangat luar biasa, telah ditetapkan sebanyak 15 orang tersangka. Delapan orang diantaranya di Riau dan tujuh lainnya dari luar Riau dan tiga DPO,” ujar Raja Juli.

Para tersangka berperan sebagai yang menembak, memotong kepala gajah liar, auplplier, pembeli dan perantara perdagangan gading, pemodal dan penadah.

Tersangka RA berperan sebagai eksekutor, CN sebagai penembak, SM, FA selalu penadah gading dan penyuplai amunisi, HY penadah Gading dan perantara transaksi, AB sebagAai kurir, LK selalu penjual senjata api ke RA, SL selalu eprantaea jual beli senjata api.

Selanjutnya di Surabaya diamankan AR, AC selalu perantata gading. FS selalu pemodal dan penadah gading gajah dan pemilik sisik trenggiling. Kemudian ME selalu perantara transaksi di Jakarta. Kemudian SA di Kudus, S di Sukoharjo selaku perantara gading, HA selaku perantara gading dan pipa rokok gading

BACA JUGA  Dongkrak Ekonomi Pesisir, Polda Riau Bagi 20 Mesin Ketinting

Sedangkan tersangka yang masih DPO yakni AN, GL selalu penembak dan RB sebagai penadah gading.

“Saya menghimbau kejadian brutal ini adalah yang terakhir di Riau. Hukumannya tidak ringan maksimum 15 tahun. Negara akan hadir untuk melindungi satwa liar kita,” tegasnya.

Atas kerja keras jajaran kepolisian, Kementerian Kehutanan akan memberikan penghargaan kepada Polda Riau. ”

Dalam perkara ini, tersangka dijerat dengan Pasal 40 ayat (1) huruf d dan e serta Pasal 40A ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjara hingga 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam