Pekanbaru – Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulkardi, mengatakan kunjungannya ke lokasi pembangunan jembatan darurat di Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai, dilakukan sebagai tindak lanjut atas banyaknya laporan dan aspirasi masyarakat sejak jembatan utama roboh pada 12 Juni 2026.
“Kami menerima banyak laporan, baik yang disampaikan langsung, melalui telepon maupun media sosial. Karena itu saya turun untuk memastikan progres pembangunan. Alhamdulillah pengerjaan jembatan darurat sudah mencapai sekitar 80 persen dan kami berharap segera dapat difungsikan,” ujar Zulkardi saat meninjau lokasi, Rabu (22/7/2026).
Ia juga meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) memasang portal pembatas kendaraan bertonase besar agar jembatan darurat tidak cepat rusak akibat dilintasi truk bermuatan berat.
Sementara itu, warga setempat, Rizky, berharap pembangunan jembatan darurat segera dirampungkan mengingat akses tersebut merupakan jalur utama bagi masyarakat menuju kawasan Rumbai.
“Kalau harus memutar, perjalanan bisa bertambah sekitar 30 menit. Kami berharap jembatan ini cepat selesai karena sangat membantu aktivitas masyarakat, terutama anak sekolah dan warga yang bekerja,” katanya.
Rizky juga mengaku kondisi jembatan sementara masih membuat warga waswas, terutama pada malam hari karena minim penerangan. Bahkan, menurutnya, sudah ada beberapa pengendara yang terjatuh saat melintas.
Di sisi lain, Pengawas Proyek, Candra, memastikan pekerjaan pembangunan terus dikebut oleh tim di lapangan agar jembatan darurat dapat segera digunakan masyarakat.
“Kami terus mempercepat pekerjaan sesuai target. Mudah-mudahan dalam waktu dekat jembatan darurat ini sudah bisa difungsikan sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” ujar Candra.




















