Kampar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Kampar, Riau, dilakukan dengan pendekatan keagamaan. Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI menggandeng tokoh agama untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Langkah tersebut dilakukan melalui komunikasi sosial dan silaturahmi bersama tokoh agama Kampar, Syekh Mudo Angku Saleh, di Desa Tanjung Balam, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Kamis (17/9/2026).
Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Wilayah Kampar Brigjen TNI Sudarma Setiawan memimpin langsung kegiatan tersebut bersama tujuh personel Mabes TNI. Pertemuan turut didampingi Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Kodim 0313/KPR.
Dalam pertemuan itu, tim membahas peran ulama dan tokoh agama dalam menyampaikan pesan pencegahan karhutla kepada masyarakat. Edukasi dapat dilakukan melalui dakwah, pengajian maupun mimbar keagamaan.
Menurut Sudarma, tokoh agama memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga pesan menjaga lingkungan dan larangan membakar lahan dapat disampaikan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendekatan keagamaan dan sentuhan kultural merupakan instrumen yang sangat efektif dalam pencegahan Karhutla. Kami berharap pesan kepedulian terhadap lingkungan dan larangan membakar lahan terus digaungkan para tokoh agama,” kata Sudarma.
Syekh Mudo Angku Saleh menyambut baik silaturahmi tersebut. Ia menyatakan siap mendukung upaya TNI dan pemerintah daerah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Kolaborasi dengan tokoh agama menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi pencegahan karhutla hingga ke tingkat masyarakat. Pesan tersebut diharapkan dapat mendorong kesadaran warga agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan.
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI selanjutnya dijadwalkan melanjutkan penyuluhan di Pondok Pesantren Al Utsaimin, Jalan Tuanku Tambusai, Desa Ridan Permai, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Jumat (18/9/2026).




















