Kampar — Sejumlah warga Desa Sungai Jalau, Kecamatan Kampar Utara, menggelar aksi penyampaian aspirasi menyikapi operasional Galian C PT KKU yang berada di wilayah mereka, Jumat (23/1/2026). Aksi ini dipicu oleh keresahan masyarakat terhadap dampak lingkungan serta kekecewaan atas sikap perangkat desa yang dinilai lamban merespons keluhan warga.
Aksi tersebut dipimpin Ketua Pemuda Desa Sungai Jalau, Randi Abdillah, bersama masyarakat yang mengaku terdampak langsung aktivitas penambangan. Massa mendatangi Kantor Desa Sungai Jalau dengan tujuan menyampaikan tuntutan dan meminta kejelasan sikap pemerintah desa terkait keberadaan Galian C milik Dian Handoko tersebut.
Namun, upaya warga untuk berdialog justru diwarnai kehadiran aparat kepolisian dan TNI di kantor desa. Situasi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga, karena aksi yang dilakukan bertujuan menyampaikan aspirasi secara damai.
“Kami datang dengan itikad baik. Masyarakat hanya ingin menyampaikan keluhan terkait dampak Galian C PT KKU, bukan untuk membuat kericuhan,” ujar Randi Abdillah di hadapan massa.
Ia menyebutkan, selama ini ruang dialog antara warga dan perangkat desa dinilai tidak berjalan maksimal. Keluhan yang disampaikan warga, menurutnya, belum menghasilkan solusi nyata apabila hanya dibahas di tingkat desa.
Sebagai tindak lanjut, warga berencana membawa persoalan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi. Dalam waktu dekat, masyarakat akan mengajukan permohonan audiensi kepada Bupati Kampar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar, serta Ketua DPRD Kampar.
“Jika hanya berhenti di desa, kami khawatir masalah ini akan terus berlarut. Karena itu, kami akan menyurati pihak-pihak terkait agar persoalan ini mendapat perhatian serius,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Desa Sungai Jalau, Nirwan Amirudin, membenarkan adanya kedatangan warga ke kantor desa untuk melakukan mediasi terkait aktivitas Galian C PT KKU. Ia menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat telah diterima pada Sabtu (24/1/2026).
Nirwan juga mengakui adanya sejumlah komitmen perusahaan yang dinilai warga belum direalisasikan. Aspirasi tersebut, kata dia, akan diteruskan ke tingkat kecamatan hingga ke Bupati Kampar.
“Semua masukan dari masyarakat sudah kami tampung dan akan kami sampaikan kepada pihak kecamatan serta Bupati Kampar,” jelas Nirwan.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut berlangsung kondusif dan mendapat pengamanan dari aparat kepolisian serta TNI.






















