Pekanbaru, Lintasmata.com – Polda Riau menggelar pelatihan peningkatan kemampuan kehumasan Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini diikuti Kasi Humas Polres jajaran Polda Riau serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) satker Polda Riau.
Pelatihan berlangsung di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau, Kamis (12/2/2026). Kegiatan dibuka Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi mewakili Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.
Turut hadir Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad serta para pejabat utama Polda Riau. Pelatihan menghadirkan dua narasumber, Assoc. Prof. Eka Putra, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau, dan Aris Nugroho dari Riau Creative Hub.
Dalam arahannya, Brigjen Hengki menekankan pentingnya manajemen media sebagai kunci keberhasilan organisasi Polri.
“Manajemen media adalah kunci utama keberhasilan organisasi kita. Baik atau buruknya citra Polri sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola media,” ujar Hengki.
Ia menyoroti tantangan di era digital native, di mana mayoritas masyarakat aktif di media sosial. Menurutnya, Polri dituntut adaptif dan responsif terhadap dinamika informasi yang bergerak cepat.
Hengki juga mengingatkan fenomena post-truth di ruang digital, ketika opini dan emosi kerap mengalahkan fakta. Narasi negatif di media sosial, kata dia, harus diimbangi dengan respons yang cepat dan berbasis data.
“Jangan biarkan narasi negatif mendominasi tanpa ada respons yang cepat dan kuat dari kita. Setiap personel Humas harus mampu mengemas kata-kata dan menyajikan data agar tidak terjadi salah persepsi di masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hengki menyebut Humas sebagai pasukan khusus Polri dalam membangun citra institusi. Keberhasilan operasional di lapangan, menurutnya, perlu dikemas secara visual dan naratif agar dipahami publik.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad memberikan materi public speaking kepada para peserta. Materi difokuskan pada teknik penyampaian pernyataan pers, penguasaan materi, bahasa tubuh, hingga strategi menjawab pertanyaan media.
“Latihan ini bertujuan agar setiap Kasi Humas mampu tampil percaya diri saat memberikan keterangan resmi, menghindari kesalahan persepsi, serta memastikan pesan institusi tersampaikan secara jelas,” ujar Pandra.
Polda Riau berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan profesionalisme personel Humas dalam mengelola informasi secara cerdas dan humanis, sejalan dengan semangat transformasi Polri Presisi.




















