PELALAWAN

Karhutla di Pelalawan Hanguskan Belasan Hektare Lahan, Habitat Harimau Sumatera Terancam

×

Karhutla di Pelalawan Hanguskan Belasan Hektare Lahan, Habitat Harimau Sumatera Terancam

Sebarkan artikel ini
Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Sabtu ()14/3/2026.

Pelalawan, Lintasmata.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Pelalawan, Riau. Belasan hektare hutan gambut yang menjadi habitat harimau Sumatera terbakar di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dalam lima hari terakhir.

Kebakaran di kawasan hutan tersebut memicu kekhawatiran karena wilayah yang terbakar merupakan habitat satwa dilindungi. Jika api terus meluas, ekosistem hutan serta keberadaan harimau Sumatera di kawasan itu terancam.

Danru Manggala Agni Daops Rengat, Rio M. Tambunan, mengatakan kebakaran masih berlangsung dengan kobaran api yang cukup besar. Kepulan asap tebal terlihat membumbung tinggi dari kawasan hutan yang terbakar.

“Api cukup besar dan asap sangat tebal, sehingga menyulitkan proses pemadaman di lapangan,” kata Rio, Sabtu (14/3/2026).

BACA JUGA  Kapolda Riau Tanam Jagung di Pelalawan, Dukung Ketahanan Pangan

Ia menjelaskan, kondisi lahan gambut yang dalam serta banyaknya material kering membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan. Selain itu, tiupan angin yang cukup kencang juga mempercepat penyebaran api ke sejumlah wilayah sekitar.

Kebakaran hutan dan lahan hebat melanda kawasan hutan di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. Kawasan yang terbakar tersebut diketahui merupakan habitat harimau Sumatera, Sabtu (14/3/2026).

Api bahkan dilaporkan mulai mendekati wilayah Desa Pangkalan Terap dan Kelurahan Gambut Mutiara. Kondisi ini membuat tim gabungan harus bekerja ekstra keras untuk menahan laju api agar tidak semakin meluas.

Puluhan personel Manggala Agni Daops Rengat bersama tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri telah berjibaku melakukan pemadaman sejak lima hari terakhir.

Menurut Rio, tim di lapangan terus melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran api, salah satunya dengan membuat sekat api dan memotong jalur kepala api.

BACA JUGA  Anak Harimau Sumatera yang Memangsa Ternak Warga Tanjung Pulai Berhasil Ditangkap

“Tim terus melakukan pemadaman dan membuat sekat api untuk memotong jalur kepala api agar kebakaran tidak meluas ke kawasan hutan lainnya,” ujarnya.

Rio menegaskan kebakaran di kawasan ini menjadi perhatian serius karena berpotensi merusak habitat satwa liar yang dilindungi, termasuk harimau Sumatera yang diketahui masih hidup di kawasan hutan tersebut.

Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pemadaman lanjutan dan pendinginan di lokasi kebakaran guna memastikan api benar-benar padam serta mencegah kerusakan habitat hutan yang lebih luas.