Pelalawan, Lintasmata.com – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menghadiri kegiatan penanaman jagung serentak yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sabtu (7/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kapolda melaporkan capaian peningkatan produksi jagung yang dilakukan jajaran Polda Riau.
Kegiatan penanaman jagung serentak itu digelar secara nasional melalui Zoom Meeting dan diikuti seluruh Polda di Indonesia. Untuk wilayah Riau, kegiatan dipusatkan di Desa Sialang Indah, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan.
Kapolda Riau hadir didampingi Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi, Bupati Pelalawan H Zukri, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Riau Muhammad Rahul, Ketua DPRD Pelalawan H Syafrizal, serta Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara.
Dalam laporannya kepada Kapolri, Irjen Herry Heryawan menyampaikan bahwa penanaman jagung kali ini dilakukan di lahan tumpang sari perkebunan kelapa sawit seluas 40 hektare.
Ia menjelaskan metode tersebut dipilih karena banyak perkebunan sawit yang sedang memasuki masa replanting atau peremajaan tanaman.
“Saat ini kami berada di lahan kebun sawit seluas 40 hektare di Kabupaten Pelalawan. Ini menjadi pesan bahwa saat ini banyak perkebunan sawit yang memasuki periode replanting sehingga dapat dimanfaatkan untuk menanam jagung dengan metode tumpang sari,” kata Herry.
Menurutnya, kolaborasi yang dilakukan Polda Riau bersama berbagai pihak telah menghasilkan potensi lahan tumpang sari sawit seluas sekitar 2.000 hektare pada tahun 2026.
Ia juga menyebutkan bahwa Polda Riau saat ini berada pada klaster tiga dalam pembagian rencana Polri di bidang ketahanan pangan. Program tersebut bertujuan untuk memenuhi target penyerapan jagung oleh Bulog sebagai cadangan pangan pemerintah daerah.
Selain itu, Herry memaparkan capaian program ketahanan pangan yang dilakukan kelompok tani binaan Polda Riau sepanjang tahun 2025.
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 kelompok tani binaan Polda Riau menanam jagung pipil di lahan seluas 1.690,37 hektare dari total potensi lahan 7.355,29 hektare.
“Dengan lonjakan luas lahan tersebut, produksi jagung di tahun 2025 mencapai 294,43 ton atau meningkat 385 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Peningkatan tersebut juga mendorong pertumbuhan luas lahan tanam jagung di Provinsi Riau hingga mencapai 300 persen.
Pada tahun 2024, luas lahan jagung di Riau tercatat sekitar 327 hektare. Sementara pada tahun berikutnya terjadi peningkatan signifikan seiring dengan dukungan program ketahanan pangan yang digagas Polri bersama pemerintah daerah dan kelompok tani.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan pertanian serta kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.




















