Bengkalis, Lintasmata.com – Kabar duka datang dari jajaran petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Seorang anggota Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak bernama Muharmizan meninggal dunia usai menjalankan tugas pemadaman kebakaran di wilayah Pulau Bengkalis, Senin (30/3/2026).
Informasi meninggalnya petugas tersebut dibenarkan Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto. Ia menyampaikan bahwa almarhum wafat saat masih dalam rangkaian penugasan di lapangan.
Menurut Ferdian, Muharmizan bersama tim telah diterjunkan ke lokasi kebakaran sejak Minggu (29/3/2026) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan upaya pemadaman api yang melanda kawasan tersebut.
Operasi pemadaman berlanjut hingga keesokan harinya. Pada Senin, almarhum kembali bertugas sejak pagi hingga sore hari untuk memastikan api berhasil dikendalikan dan tidak meluas.
Setelah menyelesaikan tugas di lapangan, tim kemudian kembali ke lokasi istirahat. Namun pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB, saat sedang makan bersama rekan-rekannya, Muharmizan tiba-tiba terjatuh.
Kepala Manggala Agni Daops Siak, Ihsan Abdillah, menjelaskan bahwa rekan-rekan almarhum langsung memberikan pertolongan pertama dan segera memanggil tenaga medis setempat.
“Sekitar 10 menit setelah makan, almarhum tiba-tiba terjatuh saat sedang duduk. Kami langsung berupaya memberikan pertolongan dan menghubungi petugas kesehatan,” jelasnya.
Petugas dari puskesmas yang datang ke lokasi kemudian menyatakan bahwa Muharmizan telah meninggal dunia.
Selanjutnya, jenazah almarhum dibawa menggunakan ambulans dari Desa Palkon menuju rumah duka di Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, untuk disemayamkan oleh pihak keluarga.
Ihsan menyebut almarhum dikenal sebagai sosok pekerja keras dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
“Almarhum adalah personel yang berdedikasi tinggi dan gugur saat menjalankan tugas mulia dalam penanggulangan karhutla. Kami semua merasa kehilangan yang sangat mendalam,” ujarnya.
Peristiwa ini kembali mengingatkan besarnya risiko yang dihadapi para petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan di lapangan, terutama saat menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan medan yang berat dalam upaya melindungi lingkungan dan masyarakat dari ancaman karhutla.









