Siak, Lintasmata.com – Seorang siswa SMP Islamic Center di Kabupaten Siak, Riau, meninggal dunia saat menjalani ujian praktik sains setelah senapan rakitan yang ia demonstrasikan meledak di dalam sekolah.
Korban, Muhammad Aqil (15), dikenal sebagai pelajar berprestasi yang aktif di bidang sains dan teknologi. Ia bahkan tercatat pernah mengikuti berbagai kompetisi robotik tingkat daerah.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, mengungkapkan korban memiliki ketertarikan kuat terhadap dunia teknologi sejak lama.
“Korban dikenal aktif di bidang sains dan pernah mengikuti sejumlah kompetisi robotik,” ujarnya.
Ia menambahkan, korban sebelumnya juga kerap melakukan uji coba terhadap hasil karyanya.
“Ini bukan pertama kalinya korban melakukan eksperimen terhadap alat yang ia buat,” lanjutnya.
Insiden terjadi saat kegiatan ujian praktik mata pelajaran IPA berlangsung. Dalam sesi tersebut, setiap kelompok siswa menampilkan hasil karya yang telah mereka rancang.
Saat giliran kelompok korban, Aqil mengambil peran sebagai peraga utama. Ia meminta teman-temannya menjauh sebelum melakukan demonstrasi alat berupa senapan rakitan berbasis desain 3D.
Namun, ketika alat tersebut diuji, senapan tiba-tiba mengeluarkan asap dan langsung meledak. Ledakan tersebut memicu kepanikan di dalam sekolah.
Serpihan dari alat rakitan itu terpental ke berbagai arah dan mengenai area sekitar, termasuk dinding kelas dan aula. Nahas, pecahan tersebut mengenai bagian wajah dan kepala korban hingga menyebabkan luka serius.
Petugas langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
Kasatreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, memastikan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti.
“Kami sudah mengamankan komponen alat dan akan mengirimkannya ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menegaskan, penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil uji laboratorium.
“Kami belum bisa menyimpulkan penyebab ledakan sebelum hasil pemeriksaan forensik keluar,” tegasnya.
Saat ini, kepolisian terus mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri bahan yang digunakan dalam pembuatan alat dan prosedur keamanan selama ujian praktik berlangsung.










