Pelalawan – Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI memperkuat koordinasi dengan Polres Pelalawan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pelalawan, Riau. Fokus pembahasan meliputi deteksi dini, respons cepat hingga edukasi hukum kepada masyarakat.
Koordinasi dilakukan melalui audiensi Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI di Mapolres Pelalawan, Pangkalan Kerinci, Kamis (17/9/2026).
Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Wilayah Pelalawan Brigjen TNI Dedy Zulkifli memimpin langsung pertemuan tersebut bersama tujuh personel Mabes TNI. Kegiatan turut didampingi perwakilan Babinsa Koramil 09/Langgam Kodim 0313/KPR.
Pertemuan melibatkan pejabat dan personel Polres Pelalawan. Salah satu agenda utama adalah menyinkronkan pemantauan titik panas atau hotspot agar potensi kebakaran bisa segera ditindaklanjuti.
Koordinasi antara Babinsa dan Bhabinkamtibmas di tingkat desa juga diperkuat. Kedua unsur tersebut diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi ketika ditemukan titik api maupun potensi kebakaran.
Selain pencegahan, tim juga membahas pola respons cepat pemadaman apabila karhutla terjadi. Edukasi mengenai larangan membakar lahan menjadi bagian lain dari upaya menekan risiko kebakaran dari aktivitas masyarakat.
Brigjen TNI Dedy Zulkifli mengatakan keterlibatan TNI dan Polri diperlukan agar upaya pencegahan dan penanganan karhutla berjalan dalam satu pola koordinasi.
“Soliditas TNI-Polri merupakan kunci utama keberhasilan penanganan Karhutla. Kita menyelaraskan pola pencegahan, deteksi dini hingga edukasi hukum agar penanganan kebakaran lahan berjalan terpadu dan efektif,” kata Dedy.
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Wilayah Pelalawan selanjutnya dijadwalkan melakukan evaluasi terhadap rangkaian penyuluhan dan peninjauan lapangan yang telah dilakukan selama kegiatan di wilayah tersebut.




















