Pelalawan – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Riau, diperkuat dengan melibatkan aparat, pemerintah desa, masyarakat hingga perusahaan.
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI menggelar sosialisasi di Gedung Maharajo Dindo, Kelurahan Pangkalan Bunut, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan dipimpin Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Wilayah Kabupaten Pelalawan, Brigjen TNI Dedy Zulkifli, bersama tujuh personel Mabes TNI.
Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari personel Koramil 03/Pangkalan Bunut, aparatur desa, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), tokoh masyarakat serta perwakilan perusahaan perkebunan dan industri.
Sejumlah perusahaan yang hadir di antaranya PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP), PT Serikat Putra dan PT ADEI Plantation & Industry.
Brigjen TNI Dedy Zulkifli menegaskan, pencegahan Karhutla harus dilakukan sejak tingkat tapak. Deteksi dini dan respons cepat dinilai penting untuk mencegah api meluas.
Menurutnya, penanganan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi. Keterlibatan masyarakat dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah rawan kebakaran.
“Pencegahan Karhutla tidak bisa mengandalkan satu instansi saja. Partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan, termasuk aparat desa, MPA dan perusahaan,” kata Dedy.
Dia berharap sinergi yang sudah terbangun dapat memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mencegah munculnya titik panas yang berpotensi menimbulkan kabut asap.
Tim Penyuluh Mabes TNI selanjutnya dijadwalkan melanjutkan sosialisasi pencegahan Karhutla di Aula Kantor Camat Pangkalan Bunut, Kamis (10/9/2026).




















