PEKANBARU

Lembaga Adat Melayu Riau Tetapkan 23 Februari sebagai Hari Ekosistem Riau

×

Lembaga Adat Melayu Riau Tetapkan 23 Februari sebagai Hari Ekosistem Riau

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau, Raja Marjohan Yusuf, saat membacakan maklumat penetapan 23 Februari sebagai Hari Ekosistem Riau di Balai Adat LAM Riau, Pekanbaru, Senin (23/2/2026).

Pekanbaru, Lintasmata.com – Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau) resmi menetapkan tanggal 23 Februari sebagai Hari Ekosistem Riau. Maklumat tersebut dibacakan dalam agenda adat di Balai Adat LAM Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Senin (23/2/2026).

Penetapan ini dituangkan dalam maklumat yang ditandatangani Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau Raja Marjohan Yusuf dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau Taufik Ikram Jamil.

“LAM Riau mengajak kita semua memaklumkan bahwa tanggal 23 Februari sebagai Hari Ekosistem Riau,” kata Raja Marjohan Yusuf saat membacakan maklumat.

BACA JUGA  Tekan Kenakalan Remaja, Ditlantas Polda Riau Adakan Lomba Lari 100 Meter

LAM Riau menilai penetapan ini penting sebagai pengingat sekaligus dorongan bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem di Riau.

Maklumat tersebut diterbitkan setelah Perhimpunan Riau Hijau (PeHR) mengajukan permohonan resmi kepada LAM Riau. Ketua Umum PeHR Hengky Primana menyambut baik keputusan tersebut.

“Ini menjadi tonggak sejarah baru di Riau untuk meneguhkan kembali tekad bersama menjaga alam Bumi Lancang Kuning,” ujar Hengky.

Agenda adat ini turut dihadiri unsur Forkopimda Riau, perwakilan Pemprov Riau, DPRD Riau, serta jajaran Polda Riau.

BACA JUGA  Korupsi Aset PMKS, Eks Sekretaris Dinas Koperasi Bengkalis Ditahan Kejati Riau

Momentum Hari Ekosistem Riau juga dinilai sejalan dengan program Green Policing yang diusung Kapolda Riau, Herry Heryawan.

LAM Riau mengajak masyarakat untuk bergandengan tangan merawat alam, sebagaimana tunjuk ajar Melayu yang menekankan pentingnya harmoni antara manusia dan lingkungan.