Kampar, Lintasmata.com – Dinamika politik di Kabupaten Kampar mulai bergerak cepat pasca Pilkada 2024. Sejumlah tokoh langsung tancap gas melakukan manuver awal untuk menghadapi kontestasi Pilkada 2030.
Publik kini menyoroti kemunculan flyer pasangan Hambali–Edward dengan jargon “HAMBAR”. Flyer tersebut menyebar luas dan memunculkan spekulasi bahwa keduanya mulai diproyeksikan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kampar 2030. Dalam materi itu, juga tersemat slogan daerah “Monang Basamo Kayo Meghato”.
“Fenomena ini tidak bisa dianggap angin lalu. Munculnya flyer Hambali–Edo menjadi sinyal awal bahwa peta politik Kampar mulai bergerak,” ujar seorang pengamat politik lokal.
Hambali membawa rekam jejak sebagai mantan Penjabat (Pj) Bupati Kampar. Ia memanfaatkan pengalaman itu untuk membangun komunikasi politik sekaligus memperkuat pemahaman terhadap birokrasi dan pembangunan daerah.
“Pengalaman Hambali di pucuk pemerintahan menjadi modal kuat untuk membangun kepercayaan publik,” tambahnya.
Di sisi lain, Edward atau Edo tampil sebagai figur birokrat senior yang sudah lama berkecimpung di Pemerintah Kabupaten Kampar. Ia bersiap memasuki masa pensiun setelah menduduki sejumlah jabatan strategis.
Edo dikenal memiliki kekuatan di bidang teknokrasi, terutama dalam pengelolaan APBD. Saat menjabat sebagai Kepala BPKAD Kampar, ia berperan menjaga stabilitas keuangan daerah dan memastikan program pemerintah tetap berjalan.
“Edo ini dikenal sebagai ‘koki’ APBD. Dia paham betul bagaimana menjaga dapur keuangan daerah tetap aman,” kata sumber internal birokrasi.
Sejumlah kalangan menilai Edo mampu meracik anggaran secara efektif, sehingga berbagai program bisa dieksekusi tanpa hambatan berarti. Ia juga dinilai berhasil menekan potensi tunda bayar yang kerap menghantui banyak daerah.
Meski flyer pasangan Hambali–Edo sudah beredar, keduanya belum menyampaikan sikap politik resmi. Namun, kemunculan ini menegaskan bahwa peta politik Kampar mulai memanas lebih awal.
“Ini bagian dari strategi uji pasar. Mereka ingin melihat respons publik sejak dini,” tutup pengamat tersebut.
Dengan waktu menuju 2030 yang masih panjang, persaingan politik di Kampar dipastikan akan terus bergerak dinamis dan terbuka.




















