Kampar, Lintasmata.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. Hingga Sabtu (14/3/2026), tim gabungan masih berjibaku memadamkan api yang membakar lahan sekitar 17,5 hektare di tengah bulan suci Ramadan.
Tim pemadaman dari Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru bersama TNI, Polri, serta BPBD Provinsi Riau dan BPBD Kabupaten Kampar terus melakukan pemadaman dan pendinginan agar api tidak semakin meluas.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, Firza Causar, mengatakan kebakaran terjadi di dua titik lahan dengan vegetasi semak belukar, akasia, dan pakis di atas tanah gambut.
“Total luas lahan yang terbakar sekitar 17,5 hektare. Sebagian sudah berhasil dipadamkan, namun tim masih terus melakukan pemadaman dan pendinginan agar bara benar-benar padam,” kata Firza, Sabtu (14/3/2026).
Firza menjelaskan, pada lokasi pertama kebakaran mencapai sekitar 15 hektare dan tim gabungan telah berhasil memadamkan lebih dari lima hektare. Sementara di titik kedua, kebakaran terjadi di lahan sekitar 2,5 hektare dan sebagian besar sudah berhasil dikendalikan.
Menurutnya, jenis kebakaran yang terjadi merupakan ground fire atau kebakaran bawah permukaan yang umum terjadi di lahan gambut. Kondisi ini membuat api menjalar di dalam tanah sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.
“Karena lahannya gambut, api tidak hanya di permukaan tetapi juga di bawah tanah. Jadi petugas harus melakukan pendinginan secara maksimal agar tidak muncul kembali,” jelasnya.
Proses pemadaman dilakukan sejak pagi hingga sore hari menggunakan sejumlah peralatan seperti mesin pompa ZS Power, Mark-3, dan mini strike dengan memanfaatkan sumber air dari kanal di sekitar lokasi.
Namun, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Selain kondisi gambut yang membuat api sulit dipadamkan, kanal yang menjadi sumber air juga relatif sempit dengan kedalaman sekitar 70 sentimeter sehingga menyulitkan pengambilan air.
Meski bekerja di tengah bulan Ramadan dengan suhu panas dan asap tebal, Firza menyebut para petugas tetap berkomitmen menyelesaikan pemadaman.
“Petugas tetap bekerja maksimal meskipun sedang menjalankan ibadah puasa. Harapan kami api bisa segera padam sehingga seluruh tim bisa kembali bertugas normal dan merayakan Lebaran bersama keluarga,” ujarnya.
Hingga kini tim gabungan masih terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa di lokasi kebakaran.




















