Kampar, Lintasmata.com– Personel Kodim 0313/Kampar terus mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Garuda di atas Sungai Tapung yang menghubungkan Desa Batu Gajah dan Desa Kusau Makmur, Kecamatan Tapung. Hingga Minggu (15/3/2026), progres pembangunan fisik jembatan tersebut telah mencapai 70,25 persen.
Perkembangan paling signifikan terlihat pada pemasangan kabel seling baja yang kini telah mencapai sekitar 60 persen. Tahapan ini menjadi bagian penting karena merupakan struktur utama yang menopang kekuatan jembatan gantung tersebut.
Tim pelaksana di lapangan menyebut kondisi cuaca cerah sangat membantu percepatan pekerjaan. Selain pemasangan seling baja, personel juga fokus mengerjakan pengelasan gapura jembatan yang kini telah mencapai 70 persen serta pengecatan plang identitas jembatan.
Jembatan dengan bentang sepanjang 75 meter ini menjadi proyek prioritas karena memiliki peran penting dalam memperlancar mobilitas warga. Selama ini masyarakat harus menempuh perjalanan hingga sekitar 100 kilometer untuk menuju desa seberang, namun dengan adanya jembatan tersebut jarak tempuh akan jauh lebih singkat.
Meski progres pembangunan berjalan baik, personel TNI di lapangan menghadapi sejumlah tantangan, terutama kondisi geografis yang cukup ekstrem.
Sebanyak 23 personel TNI bersama masyarakat setempat harus bekerja secara manual karena tidak tersedia akses untuk alat berat. Material bangunan diangkut dengan cara dipikul, sementara penyeberangan dilakukan menggunakan perahu di Sungai Tapung yang memiliki arus sekitar 3 meter per detik.
Keterbatasan pasokan listrik di lokasi proyek juga menjadi kendala tersendiri. Tim pembangunan harus mengandalkan mesin genset untuk menjalankan peralatan las dalam proses pengerjaan gapura jembatan.
Jika selesai dibangun, jembatan gantung tersebut diproyeksikan akan melayani kebutuhan transportasi sekitar 1.121 jiwa atau sekitar 500 kepala keluarga di wilayah tersebut.
Dengan kedalaman Sungai Tapung mencapai sekitar 7 meter, jembatan ini dirancang menggunakan standar keamanan tinggi agar tetap aman digunakan meskipun terjadi banjir dengan ketinggian air hingga 2 meter.
Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi penghubung vital antar desa sekaligus mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Tapung.
Pada tahap akhir pembangunan, Kodim 0313/KPR juga berencana mendatangkan tenaga ahli khusus untuk memastikan proses finishing serta penguatan struktur seling berjalan optimal dan aman digunakan dalam jangka panjang.
Semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat setempat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong percepatan pembangunan Jembatan Gantung Garuda tersebut.




















