Pekanbaru, Lintasmata.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD) Damkar Riau mengintensifkan koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota menyusul ditemukannya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di 10 daerah di Provinsi Riau.
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal menyebutkan, pihaknya segera mengumpulkan para kepala BPBD kabupaten/kota untuk membahas langkah penanganan Karhutla, termasuk rencana penetapan status siaga darurat.
“Kami akan kumpulkan kepala BPBD kabupaten/kota untuk rapat koordinasi penanganan Karhutla,” ujar Edy, Jumat (16/2/2026).
Edy menjelaskan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Riau mulai memasuki musim kemarau pada awal tahun 2026. Namun periode kering tersebut diperkirakan tidak berlangsung lama dan akan kembali diselingi hujan hingga pertengahan tahun.
“BMKG menyampaikan awal tahun ini ada musim kemarau, lalu hujan kembali sampai pertengahan tahun. Setelah itu masuk musim kemarau kedua yang diprediksi berlangsung cukup lama,” jelasnya.
Kondisi tersebut mendorong BPBD Damkar Riau memperkuat koordinasi sebagai langkah antisipasi dan penanganan potensi Karhutla. Untuk penetapan status siaga darurat tingkat provinsi, BPBD Riau masih menunggu keputusan dari pemerintah kabupaten/kota.
“Kami menunggu penetapan dari kabupaten/kota. Kalau sudah ada, baru kami bahas di tingkat provinsi. Bengkalis informasinya sudah menetapkan, tapi SK-nya belum kami terima,” katanya.
Sementara itu, tim gabungan masih melakukan pemadaman Karhutla di Kabupaten Pelalawan karena area terdampak cukup luas. Adapun kebakaran di Kabupaten Bengkalis dan Indragiri Hilir saat ini sudah memasuki tahap pendinginan.
“Karhutla di Pelalawan cukup luas dan tim gabungan masih terus melakukan pemadaman,” pungkas Edy.



