Rohul – Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI mengecek kesiapan fasilitas deteksi dini dan sumber air untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Pengecekan dilakukan di area PT Graha Permata Hijau, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Sabtu (19/9/2026).
Peninjauan dipimpin Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Wilayah Rokan Hulu Brigjen TNI Andi Tjanwandi bersama enam personel Mabes TNI. Mereka didampingi empat Babinsa Koramil 10/Kunto Darussalam Kodim 0313/KPR serta perwakilan manajemen perusahaan.
Tim memeriksa kondisi Menara Pantau Api atau Fire Look-out Tower. Fasilitas tersebut menjadi salah satu sarana deteksi dini untuk memantau kemunculan asap maupun titik panas di sekitar wilayah perkebunan.
Selain menara pantau, tim mengecek embung dan sumber air penampungan milik perusahaan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan debit air yang dapat digunakan apabila terjadi kebakaran dan membutuhkan penanganan cepat.
Andi Tjanwandi menekankan pencegahan karhutla membutuhkan kesiapan fasilitas sekaligus koordinasi antara aparat, pemerintah dan pihak perusahaan.
“Ketersediaan sarana deteksi dini seperti menara pantau yang berfungsi optimal serta ketersediaan pasokan air yang memadai merupakan kunci utama pencegahan Karhutla. Kami mengapresiasi kesiapan PT Graha Permata Hijau dan mengingatkan agar pengawasan rutin terus ditingkatkan secara konsisten demi menjaga Rokan Hulu bebas dari bencana asap,” tegas Andi Tjanwandi.
Menurut Andi, keberadaan sarana pemantauan dan sumber air harus diikuti pemeriksaan rutin agar dapat digunakan secara optimal saat potensi kebakaran muncul.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Tim Penyuluh Mabes TNI dalam memperkuat pencegahan karhutla di Rokan Hulu.
Tim selanjutnya dijadwalkan melakukan evaluasi internal untuk menyusun laporan hasil kegiatan sekaligus rekomendasi langkah pencegahan karhutla berikutnya.

















