Kampar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Babinsa Koramil 07/Kampar Kodim 0313/KPR. Patroli dan komunikasi sosial bersama warga digencarkan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
Langkah tersebut dilakukan Serma Ayu Wisafrizal bersama Serda Jemmi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Kamis (24/9/2026).
Patroli dilakukan dengan menyisir wilayah yang dinilai rawan sekaligus memantau kondisi lahan dan aktivitas masyarakat. Babinsa juga mengajak warga ikut mengawasi lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.
“Kami melihat sebagian besar wilayah binaan kami merupakan daerah yang rawan Karhutla. Karena itu, patroli dan sosialisasi menjadi upaya utama untuk mencegah kebakaran,” ujar Serma Ayu Wisafrizal.
Menurut Ayu, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Deteksi dini dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah api berkembang dan meluas.
“Kami tidak ingin ada titik api sekecil apa pun. Makanya, kami turun langsung bersama warga untuk memantau kondisi lapangan,” katanya.
Selain patroli, Babinsa memberikan edukasi mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diingatkan mengenai konsekuensi hukum dari tindakan yang dapat memicu kebakaran.
“Kami selalu mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena selain merusak lingkungan, juga ada sanksi hukum yang berat,” tegas Serda Jemmi.
Babinsa juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan titik api. Kecepatan informasi dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.
“Segera laporkan jika menemukan titik api sekecil apa pun. Kecepatan laporan bisa mencegah kerugian besar. Lingkungan kita adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai karena kelalaian satu orang, seluruh desa harus menanggung akibatnya,” ujar Jemmi.
Babinsa berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut berperan aktif dalam pencegahan Karhutla di wilayahnya.
“Kami ingin masyarakat terlibat aktif, bukan hanya menerima informasi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi mencegah Karhutla. Melalui patroli dan komsos ini, kami berharap Desa Rimbo Panjang tetap aman dan terbebas dari kebakaran hutan dan lahan,” pungkas Ayu.




















