Kampar – Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI mematangkan hasil kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kampar, Riau. Evaluasi dilakukan untuk merangkum temuan lapangan sekaligus menyiapkan rekomendasi sebelum tim bertemu Pemerintah Kabupaten Kampar.
Evaluasi internal digelar di Bangkinang, Minggu (20/9/2026), dipimpin Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Wilayah Kampar Brigjen TNI Sudarma Setiawan bersama tujuh personel Mabes TNI. Kegiatan turut didampingi perwakilan Babinsa Koramil 01/Bangkinang Kodim 0313/KPR.
Dalam evaluasi tersebut, tim membahas hasil edukasi dan penyuluhan yang telah dilakukan selama sepekan. Kegiatan sebelumnya menyasar sejumlah unsur masyarakat, mulai dari lingkungan kampus dan sekolah hingga tokoh masyarakat serta pendekatan keagamaan.
Tim juga memetakan wilayah yang berpotensi muncul titik panas serta merumuskan rekomendasi untuk memperkuat keterpaduan pencegahan karhutla di tingkat daerah.
Sudarma mengatakan evaluasi diperlukan agar berbagai temuan dan masukan yang diperoleh selama turun ke lapangan dapat dirumuskan menjadi langkah yang lebih terarah.
“Evaluasi dan pemantapan internal ini sangat penting untuk menyatukan seluruh data lapangan dan aspirasi masyarakat yang telah kita serap selama sepekan terakhir. Poin-poin strategis ini akan menjadi bahan utama dalam audiensi bersama Bupati Kampar guna mewujudkan formula pencegahan Karhutla yang permanen, terpadu, dan berkelanjutan,” tegas Sudarma.
Menurutnya, hasil evaluasi juga menjadi bahan untuk menyelaraskan langkah pencegahan antara aparat, pemerintah daerah dan masyarakat. Pendekatan pencegahan akan disesuaikan dengan kondisi serta karakteristik wilayah yang memiliki potensi karhutla.
Tim Penyuluh Mabes TNI dijadwalkan melanjutkan kegiatan dengan audiensi dan silaturahmi bersama Bupati Kampar, Senin (21/9/2026). Pertemuan tersebut akan membahas hasil temuan lapangan serta langkah strategis pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kabupaten Kampar.




















